Masuk dinihari, hujan membasahi Kota Bahari Berkesan itu. Jalanan semakin sepi. Seorang remaja putri menghampiri
"Hendak kemana, menunggu siapa?"
“Sedang menunggu teman. Arahnya ke sini.”
“Apakah Om punya rokok?” kata Sisca, sebut saja begitu.
Sebatang rokok diambil. Ia kemudian membakar dan mengeluarkan asapnya.
“Om beli minuman kaa,” kata dia sambil mengembuskan asap rokoknya lagi.
Sisca lalu mengatakan dirinya sedang stres. Mungkin minuman keras dapat melepaskan kepenatannya. “Cap Tikus, Om,” ucap Sisca.
Cap Tikus adalah sejenis cairan berkadar alkohol yang dihasilkan melalui penyulingan saguer (cairan putih) yang keluar dari mayang pohon enau atau seho dalam bahasa Maluku Utara. Produksinya dari Halmahera. Minuman ini cukup digemari banyak orang.
"Sama siapa adek minum?"
"Ada dua orang teman saya di sana," kata dia sembari menunjuk ke arah tempat asal ia duduk bersama rekannya itu.
Tak tampak jelas wajah kedua teman tersebut. Dengan spontan, salah satu dari temannya menyahut, "Rokok so habis ni."
Dia lalu meminta saya membelikan rokok yang dipesan temannya itu. Ia lalu menaiki motor dan kami menuju wilayah Ternate Tengah, Kota Ternate, Malut.
Dalam perjalanan, kami tak membeli rokok seperti yang dipesan temannya. Tak ada yang dibelikan, tapi banyak yang diceritakan. Utamanya tentang kehidupannya.
Masih polos, bahkan dia baru beranjak 17 tahun. Setengah jam kami berputar-putar di dalam kota. Ia kembali dengan uang Rp 150 ribu pemberian
Pemicu Klise
Siswi kelas dua sekolah menengah atas itu menceritakan apa yang dialami dalam kehidupan keluarganya. Sisca yang baru menginjak anak baru gede atau ABG tersebut, kini tinggal bersama neneknya, ibu dari mamanya yang telah berpisah dengan ayah kandungnya.
Keretakan hubungan orang tua sejak dirinya masih di bangku SMP kelas tiga. Ayahnya yang berlatar belakang wiraswasta menceraikan ibunya pada 2015.
"Bersama pacarnya (wanita baru), papa sudah menikah," kata Sisca.
Dia mengatakan ibu kandungnya juga sudah menikah. "Kalau papa (ayah) tinggal di (salah satu kelurahan di Ternate Tengah). Ibu sekarang ikut papa tiri ke Jailolo (ibu kota Kabupaten Halmahera Barat)," tutur dia.
Sisca pun mulai menjamah dunia malam. Pergaulannya semakin bebas. Aksinya makin terpicu seiring maraknya media sosial.
Melalui telepon pintar, ia mengakses beberapa situs yang tak lazim ditonton oleh pelajar maupun masyarakat umumnya. Berbagai situs pun diakses. Bersama beberapa rekannya itu, sering nongkrong di warung internet gratis.
"Yang adek lihat beragam. YouTube nonton," ucap dia.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...