Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Ibu Dosen Selalu Menggoda Ku Dengan Tetek Jumbo

Viral Ibu Dosen Selalu Menggoda Ku Dengan Tetek Jumbo

Biodataviral.comCerita ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.


Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Vivin namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Vivin bertanya,
Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..
Itu apanya Bu? tanyaku.
Memang dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,
Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku, kataku.
Oh. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri, kata Ibu Vivin.

Begitu dekatnya aku sama Ibu Vivin sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. Siang itu tepat jam 11:00 siang saaat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.
Eh Ibu Vivin, nggak ngajar Bu? tanyaku.
Kamu kok nggak kuliah? tanya dia.
Habis sakit Bu, kataku.
Sakit apa sakit? goda Ibu Vivin.
Ah Ibu Vivin bisa aja, kataku.
Sudah makan belum? tanyanya.
Belum Bu, kataku.
Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya, katanya.




Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Vivin nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.
Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu? tanyaku.
Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu, katanya.
Oh kalau gitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis, kataku. Lanjut baca!


Kisah Nikmatnya Gadis Lonte Masih Sekolah

Kisah Nikmatnya Gadis Lonte Masih Sekolah

Tradingan.com Aku tinggal di Cirebon tapi tempat kerjaku di dekat Indramayu yang berjarak sekitar 45 Km dan kutempuh dengan kendaraan kantor (nyupir sendiri) sekitar 1 jam. Bagi yang tahu daerah ini, pasti akan tahu jalan mana yang kutempuh. Setiap pagi kira-kira jam 06.30 aku sudah meninggalkan rumah melewati route jalan yang sama (cuma satu-satunya yang terdekat) untuk berangkat ke kantor. Pagi hari di daerah ini, seperti biasa terlihat pemandangan anak-anak sekolah entah itu anak SD, SMP ataupun SMU, berjajar di beberapa tempat di sepanjang jalan yang kulalui sambil menunggu angkutan umum yang akan mereka naiki untuk ke sekolah mereka masing-masing. 

Karena angkutan umum sangat terbatas, biasanya mereka melambai-lambaikan tangannya dan mencoba menyetop kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan. Kadang-kadang ada juga kendaraan truk ataupun pick-up yang berhenti dan berbaik hati memberikan tumpangan, sedangkan kendaraan lainnya jarang mau berhenti, karena yang melambai-lambaikan tangannya berkelompok dan berjumlah puluhan.


Suatu hari Senin di bulan Oktober 98, aku keluar dari rumah agak terlambat yaitu jam 06.45 pagi. Kuperhatikan anak-anak sekolah yang biasanya ramai di sepanjang jalan itu mulai agak sepi, mungkin mereka sudah mendapatkan kendaraan ke sekolahnya masing-masing. Saat perjalananku mencapai ujung desa Bedulan (tempat ini pasti dikenal oleh semua orang karena sering terjadi tawuran antar desa sampai saat ini), kulihat ada seorang anak sekolah perempuan yang melambai-lambaikan tangannya.
Setelah kulihat di belakangku tidak ada kendaraan lain, aku mengambil kesimpulan kalau anak sekolah itu berusaha mendapatkan tumpangan dariku dan karena dia seorang diri di sekitar situ maka segera kuhentikan kendaraanku serta kubuka kacanya sambil kutanyakan, Mau ke mana dik?. Kulihat anak sekolah itu agak cemas dan segera menjawab pertanyaanku, Pak boleh saya ikut sampai di SMA (edited by Yuri), dari tadi kendaraan umum penuh terus dan saya takut terlambat?, dengan wajah yang penuh harap. Yaa, OK lah.., naik cepat, kataku. Terima kasih paak, katanya sambil membuka pintu mobilku.

Jarak dari sini sampai di sekolahnya kira-kira 10 Km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan, sehingga aku tahu kalau dia itu duduk di kelas 3 SMU didan bernama War (edited by Yuri). Tinggi badannya kira-kira 155 cm, warna kulitnya bisa dibilang agak hitam bersih dan tidak cantik tapi manis dan menarik untuk dilihat, entah apanya yang menarik, mungkin karena matanya agak sayu.

Tidak terlalu lama, kendaraanku sudah sampai di daerah-dan War segera memberikan aba-aba. Ooom, sekolah saya ada di depan itu, katanya sambil jarinya menunjuk satu arah di kanan jalan. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku War mengucapkan terima kasih. Sambil turun dari mobil, War masih sempat bertanya, Oom, besok pagi saya boleh ikut lagi.., nggak Oom, lumayan Oom, bisa naik mobil bagus ke sekolah dan sekalian menghemat ongkos.., boleh yaa.. Oom?. Aku tidak segera menjawab pertanyaan itu, tapi kupandangi wajahnya, lalu kujawab, Boleh boleh saja War ikut Oom, tapi jangan bergerombol ikutnya yaa.
Enggak deh Oom, saya cuma sendiri saja kok selama ini.

Setiap pagi sewaktu aku mencapai desa itu, War sudah ada di pinggir jalan dan melambaikan tangannya untuk menghentikan mobilku. Dalam setiap perjalanan dia makin lama makin banyak bercerita soal keluarganya, kehidupannya di desa, teman-teman sekolahnya dan dia juga sudah punya pacar di sekolahnya. Ketika kutanya apakah pacarnya tidak marah kalau setiap hari naik mobil orang, War bilang tidak apa-apa tapi tanpa ada penjelasan apapun, sepertinya dia enggan menceritakan lebih jauh soal pacarnya. War juga cerita bahwa selama ini dia tidak pernah kemana-mana, kecuali pernah dua kali di ajak pacarnya piknik ke daerah wisata di Kuningan.




Seminggu kemudian di hari Jumat, waktu War akan naik di mobilku kulihat wajahnya sedih dan matanya bengkak seperti habis menangis dan War duduk tanpa banyak bicara.
Karena penasaran, kusapa dia, War, habis nangis yaa, kenapa..? coba War ceritakan.., siapa tahu Oom bisa membantu. War tetap membisu dan sedikit gelisah. Lama dia diam saja dan aku juga tidak mau mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan, tetapi kemudian dia berkata, Oom, saya habis ribut dengan Bapak dan Ibu, lalu dia diam lagi.
Kalau War percaya pada Oom, tolong coba ceritakan masalahnya apa, siapa tahu Oom bisa membantu, kataku tetapi War saja tetap membisu.
Ketika mobilku sudah mendekati sekolahnya, tiba-tiba War berkata, Oom, boleh nggak War minta waktu sedikit buat bicara di sini, mumpung masih belum sampai di sekolah. Mendengar permintaannya itu, segera saja kuhentikan mobilku di pinggir jalan dan kira-kira jaraknya masih 2 Km dari sekolahnya. Lanjut baca!


Viral Gadis Lonte Minta Fuck Me Depan Belakang

Viral Gadis Lonte Minta Fuck Me Depan Belakang

Aopok.comSebut saja namaku Lila, umurku 19 tahun, kelas 3 SMA. Sebagai anak SMA, tinggiku relatif sedang, 165 cm, dengan berat 48 kg, dan cup bra 36B. Untuk yang terakhir itu, aku memang cukup pede. Walau sebenarnya wajahku cukup manis (bukannya sombong, itu kata teman-temanku…) aku sudah lumayan lama menjomblo, 1 tahun. Itu karena aku amat selektif memilih pacar… enggak mau salah pilih kayak yang terakhir kali.

Di sekolah aku punya teman akrab namanya Stella. Dia juga lumayan cantik, walau lebih pendek dariku, tapi dia sering banget gonta-ganti pacar. Stella memang sangat menarik, apalagi ia sering menggunakan seragam atau pakaian yang minim… peduli amat kata guru, pesona jalan terus!


Saat darmawisata sekolah ke Cibubur, aku dan dia sekamar, dan empat orang lain. Satu kamar memang dihuni enam orang, tapi sebenarnya kamarnya kecil bangeeet… aku dan Stella sampai berantem sama guru yang mengurusi pembagian kamar, dan alhasil, kami pun bisa memperoleh villa lain yang agak lebih jauh dari villa induk. Disana, kami berenam tinggal dengan satu kelompok cewek lainnya, dan di belakang villa kami, hanya terpisah pagar tanaman, adalah villa cowok.

Lil, lo udah beres-beres, belum? tanya Stella saat dilihatnya aku masih asyik tidur-tiduran sambil menikmati dinginnya udara Cibubur, lain dengan Jakarta.

Belum, ini baru mau. Jawabku sekenanya, karena masih malas bergerak.

Nanti aja, deh. Kita jalan-jalan, yuk, ajak Stella santai.

Boljug… gumamku sambil bangun dan menemaninya jalan-jalan. Kami berkeliling melihat-lihat pasar lokal, villa induk, dan tempat-tempat lain yang menarik. Di jalan, kami bertemu dengan Rio, Adi, dan Yudi yang kayaknya lagi sibuk bawa banyak barang.

Mau kemana, Yud? sapa Stella.

Eh, Stel. Gue ama yang lain mau pindahan nih ke villa cowok yang satunya, villa induk udah penuh sih. Rio yang menjawab. Lo berdua mau bantu, nggak? Gila, gue udah nggak kuat bawa se-muanya, nih. Pintanya memelas.

Oke, tapi yang enteng ajaaa… jawabku sambil mengambil alih beberapa barang ringan. Stella ikut meringankan beban Adi dan Yudi.




Sampai di villa cowok, aku bengong. Yang bener aja, masa iya aku dan Stella harus masuk ke sana? Akhirnya aku dan Stella hanya mengantar sampai pintu. Yudi dan Adi bergegas masuk, sementara Rio malah santai-santai di ruang tamu. Masuk aja kali, Stel, Lil. Ajaknya cuek.

Ngng… nggak usah, Yud. Tolakku. Stella diam aja.

Stella! Sini dong! terdengar teriakan dari dalam. Aku mengenalinya sebagai suara Feri.

Gue boleh masuk, ya? tanya Stella sambil melangkah masuk sedikit.

Boleh doooong!! terdengar koor kompak anak cowok dari dalam. Stella langsung masuk, aku tak punya pilihan lain selain mengikutinya. Lanjut baca!


Ngintip Tetangga Maturbasi Double Penetrasi

Ngintip Tetangga Maturbasi Double Penetrasi

Aopok.comIni adalah cerita tentangku, tentang kehidupanku, tentang semuanya yang mungkin tidak pernah ada seorang pun yang akan tahu dan bisa memahamiku.

Aku seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Medan. Aku berumur 18 tahun. Namaku Adry (nama samaran). Kedatanganku ke kota Medan hanya sebatas untuk kuliah, jadi aku kos di sini karena memang aku tidak mempunyai keluarga atau sanak saudara di sini.


Aku berasal dari sebuah kota kecil di Propinsi Sumatera Barat. Dari sini pembaca pasti bisa tahu kalau aku adalah asli Minang. Aku terlahir sebagai anak ke-3 dari 5 bersaudara. Kehidupan masa kecilku kuhabiskan bersama seorang wanita terbaik di dunia menurutku, yaitu nenekku. Karena sehari-sehari aku tinggal dan diurus oleh nenek, maka segala seluk beluk kehidupan wanita menyita perhatianku. Dari semua tetek bengek alat-alat kewanitaan, sampai sifat-sifat wanita melekat erat dalam diriku.

Memang, dari dulu aku lebih tertarik untuk melakukan semua itu. Aku lebih memilih untuk bermain di rumah (tepatnya di dapur) ketimbang main kejar-kejaran bersama teman-teman sebayaku yang lain. Dan kalaupun aku bermain, mainan yang paling kusuka adalah selendang nenekku. Sebenarnya aku amat merasa tidak nyaman dengan keadaanku ini. Apalagi ketika aku harus menginjakkan kaki di tempat baru yang bernama sekolah. Aku takut untuk menghadapi orang-orang baru di luar sana yang bagiku mereka terasa begitu mengerikan.

Namun lama kelamaan, karena di TK aku punya prestasi yang lumayan, apalagi di bidang nyanyi dan menari, maka guruku memberikan perhatian lebih padaku. Begitu juga ketika aku masuk SD, banyak cacian yang aku terima, dan tak jarang semua itu membuatku menangis malu di sekolah. Namun lagi-lagi, prestasiku juga yang membuatku kembali mendapat perhatian lebih dari guru-guruku. Sejak kelas 2 SD aku sudah ‘langganan’ menjadi peserta lomba tari atau nyanyi antar sekolah. Selain itu prestasiku di bidang pelajaran juga tak kalah hebatnya. Dan prestasi tergemilangku semasa SD adalah ketika aku berhasil menjadi juara 3 pemilihan Murid Teladan tingkat kabupaten.

Namun semua itu menjadi sangat tak berguna ketika aku masuk SMP. Prestasiku boleh di bilang minim, padahal aku termasuk siswa yang rajin, tak pernah bolos dan selalu patuh pada peraturan. Namun, kembali ejekan-ejekan dan segala gelar buruk mereka sandangkan padaku. Mulai dari bencong, banci, BG (Bujang-Gadih dalam bahasa Minang) dan lain sebagainya. Kata-Kata itu selalu membuatku stres jika akan berangkat ke sekolah. Namun, lagi-lagi prestasiku di bidang nyanyi membuataku mendapat tempat di hati guru dan juga teman-teman wanitaku. Lanjut baca!


Semalam Berbagi Kenikmatan Bersama Mu

Semalam Berbagi Kenikmatan Bersama Mu

Aopok.comMalam telah larut, kita masih berjalan berdua menyelusuri Darling Harbour sambil menikmati pemandangan indah kota Sydney. Lampu-lampu malam yang semarak menambah keindahan daerah itu. Malam ini adalah pertemuan kami setelah kami berpisah 2 tahun lalu selepas SMU. Ari melanjutkan kuliahnya di UNSW, Sydney sedangkan aku mengambil kuliah di salah satu universitas terkenal di Bandung.


Perjumpaan ini membangkitkan kenangan kami berdua saat SMU. Sudah sejak SMU aku mengagumi Ari. Wajahnya yang ganteng, senyumnya menawan, tatapan matanya yang tajam dan bodynya yang semi-atletis itu membuatku jatuh cinta. Namun semua itu aku pendam di dalam diri saja karena aku tidak mau persahabatan kami putus saat dia tahu bahwa aku menyukainya.

Namun malam ini semuanya menjadi lain. Penampilan barunya yang tampak lebih oriental itu membuatku semakin terpesona. Saat itu kita sedang duduk-duduk sambil mengobrol di kawasan Darling Harbour. Suasana romantis yang tercipta semakin membuatku melayang, membayangkan impian indah berdua. Aku menggigil kedinginan. Saat itu Sydney sedang musim dingin. Ari menawarkan jaketnya agar aku pakai.

“Kamu pakai jaketku aja Hen, nanti kamu masuk angin lho”, katanya.
“Ngga usah, ntar kamu yang kedinginan”
“I’m fine. Aku udah kebiasa dingin. Lagian aku pakai baju rangkap kok.”
Aku hanya diam menanggapi tawarannya. Tanpa berkata-kata lagi ia melepas jaketnya dan mengalungkannya ke pundakku. Saat itu perasaanku semakin melayang. Mungkinkah pria yang telah lama kusuka ini juga menyukaiku? Tak mungkin jawabku dalam hati. Ari yang selama ini kukenal tampak begitu manly.
“Thanks Ar”, hanya itu yang keluar dari mulutku.
Sejenak suasana menjadi hening.

“Kamu sekarang lagi jalan sama siapa?”, tanyanya memecah keheningan.
Aku hanya menghela nafas untuk menghindar dari pertanyaannya yang mulai masuk ke daerah sensitifku.
“Hendry.. Lagi ngelamun yah? Kok pertanyaanku nggak dijawab?”, tanyanya lagi.
“Gua lagi sendirian nih. Ngga ada yang mau ama gua sih?”, jawabku getir.
“Masa sih cowok secakep dan sebaek kamu nggak ada yang mau?”, timpalnya.
“Kenyataannya begitu. Kalo kamu sendiri, lagi jalan ama siapa?”, jawabku balik.
“Sama. Gimana kalo elo jadian aja ama gua?”, jawabnya lagi sambil ketawa-ketawa. Lanjut baca!


Kisah Sex Salah Masuk Memek Karna Mirip

Kisah Sex Salah Masuk Memek Karna Mirip

Iklans.comPertama-tama, saya ingin memperkenalkan diri saya. Nama saya adalah Adam S**** (edited) dan saya berumur 20 tahun dan saat ini saya baru saja menyelesaikan kuliah saya di Sydney, Australia dan ketika saya pulang, saya mengalami peristiwa yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Menurut teman-teman saya, tampang saya mirip dengan perpaduan Chow Yun Fat (bintang film Mandarin) tetapi saya sendiri tidak begitu tahu siapakah dia itu walaupun saya adalah warga keturunan berdomisili dari Bogor karena sejak kecil sampai sekarang, saya tidak begitu suka menonton film-film Mandarin karena saya lebih menyukai film barat dan film Indonesia (mudah-mudahan tidak aneh ya).


Sewaktu saya berada di Bogor, saya merasa sedikit aneh dengan kota Bogor karena saya terlalu lama di Australia (sedikit informasi, semenjak saya SMA sampai kuliah saya berada di Australia) sehingga saya menjadi agak linglung sewaktu dijemput oleh orang tua saya. Hari esoknya, saya merasakan bosan yang amat sangat sehingga saya dengan menggunakan mobil Land Cruiser saya, saya pergi ke Jakarta seorang diri. Saya tidak tahu mengenai kota Jakarta jadinya dengan menggunakan feeling saya, sampailah saya ke sebuah mall yang disebut Taman Anggrek Mall dan saya langsung naik ke Mall setelah saya selesai memarkirkan mobil saya di pelataran parkirnya.

Lelahnya saya menyetir sendirian membuat saya akhirnya memilih duduk di sebuah cafe kecil setelah beberapa kali bertanya kepada satpam setempat tentunya. Saya memesan Cappucino dan sepiring sphagetty yang menjadi favourite saya semenjak saya bersekolah di Sydney. Ketika saya sedang menikmati kopi, tiba-tiba saya dikelilingi oleh 3 anak ABG yang tiba-tiba langsung duduk di sebelah saya tanpa permisi dulu dan tentunya saya menjadi sangat kaget. Setelah mereka duduk, mereka memperkenalkan diri nama-nama mereka. Mereka adalah Meiling, Stefani dan Rachel (mereka bertiga saya akui cukup cantik dan mereka semua memiliki ciri yang sama seperti berambut panjang, bermata sipit dan mengenakan baju tank-top berwarna muda). Setelah kami berkenalan, mereka langsung mengeluarkan sebuah buku dari tas HELLO KITTY dan saya sangat kaget ketika melihat cover buku itu karena saya melihat sebuah wajah yang mirip persis dengan tampang saya dan di sudut atasnya bertuliskan karakter China yang saya tidak mengerti apa itu artinya.

Mereka menganggap saya sebagai orang asing karena mereka selalu bertanya kepada saya dengan menggunakan bahasa Inggris. Meiling, Stefani dan Rachel meminta saya untuk menandatangani halaman pertama dari buku itu dan saya sempat bangga juga karena saya merasa memiliki fans walaupun saya tahu persis bahwa saya bukan bintang film (jangankan layar lebar, saya saja belum pernah membintangi drama di TV). Tiba-tiba tanpa saya sadari, Stefani langsung mencium pipi saya sedangkan Meiling yang berada di sebelah kiri saya mulai memegang paha saya dengan mesranya yang membuat batang kemaluan saya mendadak menjadi berdiri tegak dan untungnya mereka tidak memperhatikan situasi kejantanan saya saat itu.

Tiba-tiba, Rachel yang berwajah sangat imut itu langsung berkata kepada saya (sebaiknya saya terjemahkan saja biar kalian bisa mengerti). “Adam, kami ingin mengajak kamu ke tempat kami karena kami ingin menunjukkan sesuatu ke kamu.” Memang sih pertamanya saya menolak ajakan mereka tetapi sewaktu Meiling menarik tangan kiri saya dan Stefani mulai memeluk saya di bagian kanan dengan rengekan yang seperti anak manja itu, akhirnya hati saya menjadi cair dan mengikuti ajakan mereka. Akhirnya kami berempat pergi ke luar bersama-sama dari cafe itu setelah saya membayar apa yang kami pesan dari cafe itu tentunya. Wajib baca!


Cerita Sex Kenikmatan Double Penetrasi 2 Pria 3

Cerita Sex Kenikmatan Double Penetrasi 2 Pria 3

Tradingan.comToni merebahkan tubuhku kembali dilantai beralas karpet, kali ini dadaku dilahapnya puting yang satu dihisap-hisap satunya lagi dipilin-pilin oleh jari-jarinya. Dari dada kiriku tangannya melesat turun ke kewanitaanku, dielus-elusnya kelentit dan bibir kemaluanku. Tubuhku langsung mengeliat-geliat merasakan kenakalan jari-jari Toni.

“Ooohh.. mmppff.. ngghh.. sshh” desisku tak tertahan.
“Teruss.. Tonn.. aakkhh”
Aku menjadi lebih menggila waktu Toni mulai memainkan lagi lidahnya di kemaluanku, seakan kurang lengkap kenikmatan yang kurasakan, kedua tanganku meremas-remas payudaraku sendiri.


“Ssshh.. nikmat Tonn.. mmpphh” desahanku semakin menjadi-jadi.
Tak lama kemudian Toni merayap naik keatas tubuhku, aku berdebar menanti apa yang akan terjadi. Toni membuka lebih lebar kedua kakiku, dan kemudian kurasakan ujung kejantanannya menyentuh mulut kewanitaanku yang sudah basah oleh cairan cinta.

“Aauugghh.. Tonn.. pelann” jeritku lirih, saat kepala kejantanannya melesak masuk kedalam rongga kemaluanku.
Toni menghentikan dorongannya, sesaat ia mendiamkan kepala kemaluannya dalam kehangatan liang kewanitaanku. Kemudian?masih sebatas ujungnya?secara perlahan ia mulai memundur-majukannya. Sesuatu yang aneh segera saja menjalar dari gesekan itu keseluruh tubuhku. Rasa geli, enak dan entah apalagi berbaur ditubuhku membuat pinggulku mengeliat-geliat mengikuti tusukan-tusukan Toni.
“Ooohh.. Tonn.. sshh.. aahh.. enakk Tonn” desahku lirih.
Aku benar-benar tenggelam dalam kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan di mulut kewanitaanku. Mataku terpejam-pejam kadang kugigit bibir bawahku seraya mendesis.
“Enak.. Ver” tanya Toni berbisik.
“He ehh Tonn.. oohh enakk.. Tonn.. sshh”
“Nikmatin Ver.. nanti lebih enak lagi” bisiknya lagi.
“Ooohh.. Tonn.. ngghh”

Toni terus mengayunkan pinggulnya turun-naik?tetap sebatas ujung kejantanannya?dengan ritme yang semakin cepat. Selagi aku terayun-ayun dalam buaian birahi, tiba-tiba Toni menekan kejantanannya lebih dalam membelah kewanitaanku.
“Auuhh.. sakitt Tonn” jeritku saat kejantanannya merobek selaput daraku, rasanya seperti tersayat silet, Toni menghentikan tekanannya.
“Pertama sedikit sakit Ver.. nanti juga hilang kok sakitnya” bisik Toni seraya menjilat dan menghisap telingaku.
Entah bujukannya atau karena geliat liar lidahnya, yang pasti aku mulai merasakan nikmatnya milik Toni yang keras dan hangat didalam rongga kemaluanku.

Toni kemudian menekan lebih dalam lagi, membenamkan seluruh batang kemaluannya dan mengeluar-masukannya. Gesekan kejantanannya dirongga kewanitaanku menimbulkan sensasi yang luar biasa! Setiap tusukan dan tarikannya membuatku menggelepar-gelepar.
“Ssshh.. ohh.. ahh.. enakk Tonn.. empphh” desahku tak tertahan.
“Ohh.. Verr.. enak banget punya kamu.. oohh” puji Toni diantara lenguhannya.
“Agghh.. terus Tonn.. teruss” aku meracau tak karuan merasakan nikmatnya hujaman-hujaman kejantanan Toni di kemaluanku. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia